Skip to main content

Buku Kenangan

buku-kenangan
Buku Kenangan tahun 1950an

Jaman saya SMP dulu banyak teman, biasanya perempuan, yang punya buku seperti ini. Bersampul tebal mengkilat, bisa dibeli di toko buku terdekat. SMP saya waktu itu baru 2 atau 3 tahun menerima murid laki-laki. Dari 4 kelas, baru 2 kelas yang muridnya campur. Jadi banyak sekali buku semacam ini yang beredar. Isinya kurang lebih sama semua, “Jangan lupakan diriku” atau semacamnya. Supaya lebih keren pakai bahasa Inggris, hurufnya diukir-ukir.

Ternyata ibu saya juga punya buku seperti itu. Sampulnya dari kain, ada sulaman inisialnya, bukunya juga sepertinya bikinan sendiri. Isinya hampir semua pakai bahasa Belanda. Tulisannya rapi semua, pakai huruf tulis yang miringnya seragam, tapi anehnya kok tidak bisa saya baca.

Membaca buku ini membuat saya tersadar akan 2 hal. Pertama tulisan tangan saya jelek, yang kedua adalah ternyata saya tidak bisa berbahasa Belanda.

Jalan-jalan ke hutan lindung Kelian

lokasi-hutan-lindung-kelian
Peta lokasi hutan lindung Kelian

Hutan lindung ini dikelola swasta. Dana perawatan berasal dari emas yang dulu diambil dari perutnya. Dana ini ditaruh diluar negeri, tidak boleh disentuh, tapi bunganya dipakai untuk perawatan hutan ini. Syaratnya satu, area ini harus tetap berstatus hutan lindung. Lubang bekas tambang sekarang menjadi rumah ikan dan berang-berang. Banyak rusa dan kancil, dijaga jagawana, polisi dan tentara. (more…)

Copenhagen, Kota Bajak Laut Yang Tenang

Copenhagen, kota pesisir, ibu kota kerajaan Denmark. Kota yang berlangit abu-abu, jalan yang penuh sepeda dan pejalan kaki; berpakaian hitam berwajah dingin dan bertutur kata halus. Kota dimana Soren Kierkegaard dilahirkan, dan Hans Christian Andersen di makamkan.

copenhagen-stroget-at-night
Suasana Stroget, daerah pertokoan Copenhagen, saat malam hari

Meskipun sebuah kota pesisir, tidak banyak warna cerah di sini. Gedung warna-warni hanya ada di pelabuhan tua Nyhavn, tempat saya menemukan WC umum paling bersih yang pernah saya lihat. (more…)