Menilik Sri Lanka – negerinya Rahwana – bag 2

Danau Kandy srilanka
Danau Kandy dengan Sri Dalada Maligawa di latar belakang

Akhirnya kami sampai di Dambulla jam 4 pagi. Swenska, pemilik guest house Sundaras, ceria menyambut walaupun kelihatan masih mengantuk. Kamarnya ber AC dan bersih. Sedang pengemudi mendapat kamar khusus sopir yang gratis. Disini hotel dan restoran tidak memungut bayaran untuk sopir.

dambulla srilanka
Homestay Sundaras di Dambulla, Srilanka

Jika ingin transport yang lebih murah, kita bisa memakai kereta api. Semua kota besar Sri Lanka terhubung jalur kereta. Saya mencoba naik kereta dari Kandy ke Colombo. Stasiun Kandy rapi dan tertib, tanpa calo atau pedagang asongan. Harga tiket kelas 3 kereta express Kandy – Colombo hanya Rs 150. Gerbongnya tanpa AC tapi jendelanya bisa dibuka dan ada kipas angin yang berfungsi. Meskipun kelas paling murah, tidak ada sampah berserakan.

Kandy kereta api
Jadwal KA di Kandy

Alternatif lain adalah bis, ideal jika ingin berkeliling ke kota-kota kecil. Kondisi bis umumnya baik, tidak ada knalpot berasap hitam atau sampah bertebaran. Sopir bis Sri Lanka jarang menginjak rem, tapi lalu lintas disana lebih tertib dari Indonesia.

stasiun kandy srilanka
Stasiun KA di Kandy

Kalau naik bis atau kereta, sebaiknya tidak dimalam hari. Saya pernah naik bis malam hari dari Kandy ke Dambulla. Jam 8 malam terminal sudah sepi. Mencari bis disini harusnya mudah, karena rute terpampang dikaca depan. Tapi karena sebagian memakai huruf Sinhala, agak sulit membacanya. Saya mendatangi seorang anak muda yang menjual buah.
“Dambulla bus ?“
“9 o’clock”, jawabnya.

kuil buddha kandy
Kuil Gigi Buddha

Selama menungu saya memperhatikan suasana terminal. Suasananya tertib dan sepi buat sebuah terminal. Udara juga cukup segar, mungkin karena semua kendaraan umum disana memakai BBG. Tidak ada calo, tidak ada teriakan kondektur. Yang berisik, seperti bengkel las, justru warung makanannya. Entah apa yang mereka masak.

bis kandy srilanka
Suasana terminal bis Kandy

Jam 9 lewat 10 menit ada bis masuk. Si penjual buah menghampiri saya.
“Dambulla bus”, katanya.

Dalam 10 menit bis jurusan Jaffna itu sudah penuh dan berangkat. Sebagai orang TI, saya kagum waktu kondektur mencetak karcis dengan EDC (alat untuk transaksi kartu kredit). Rasa kagum berubah menjadi bingung waktu melihat harga ditiket Rs 114, sedang saya hanya membayar Rs 100. Besoknya saya tambah bingung, karena hanya membayar Rs 78 untuk bis dari Dambulla ke Kandy.

karcis bis srilanka
Karcis bis Srilanka

Ditengah jalan ada masalah lagi. Bagaimana bisa tahu kapan harus turun kalau kondekturnya diam saja ? Saya mulai khawatir terbawa ke Jaffna, 200 km di ujung Utara pulau. Saat bis masuk ke sebuah kota, saya bertanya ke sebelah saya,
“Dambulla ?”

Jawabannya gelengan khas India yang artinya bisa ya bisa juga tidak itu. Setelah berpikir masak-masak, saya sampai pada kesimpulan bahwa gelengan itu berarti tidak.

Dua jam dan beberapa perhentian kemudian saya semakin gelisah. Akhirnya bis masuk kota yang agak besar. Waktu saya melihat kesebelah saya, lagi2 mendapat gelengan India. Tapi kali ini ditambah gerakan tangan menyuruh saya turun.

tuk tuk srilanka
Tuk-tuk di Dambulla

Pilihan terakhir adalah tuk-tuk atau bajaj. Tuk-tuk hanya cocok buat jarak dekat. Sebelum naik, pastikan sudah ada kesepakatan harga ! Dari stasiun kereta Colombo ke airport (sekitar 30km), mereka meminta sekitar Rs 1500, kalau gigih menawar bisa turun sampai Rs 1000.

Saya pernah mencoba naik tuk-tuk dari Dambulla ke Kandy, sekitar 60 km. Kami  sepakat Rs 2000, tapi baru jalan sebentar dia minta naik jadi Rs 3000. Dengan suara agak keras saya minta diantar ke stasiun bis saja. Sebaiknya hati-hati dengan sopir tuk-tuk.

Secara umum Sri Lanka tempat wisata yang menarik. Cukup aman dan banyak tempat menarik. Fasilitas turis dan akses internet minim, jadi sebaiknya mencari informasi sebelumnya. Transportasi baik, bisa pilih yang cocok dengan kantong dan kebutuhan. Juga banyak pilihan akomodasi, mulai dari spa seharga 1200 Euro per hari sampai losmen yang hanya Rs 600 perhari ada disini.

homestay dambulla srilanka
Mama Badras di homestay Oasis Dambulla

Harga makanan cukup murah. Untuk restoran harga berkisar antara Rs 300-Rs 900. Untuk kartu telpon, sebaiknya beli di counter Dialog di airport. Ada 2 pilihan, yang langsung aktif dan yang perlu 1 hari untuk aktifasi. Yang langsung aktif sekitar Rs 1.000. Saya coba yang harus menunggu 1 hari sebelum aktif, harganya hanya Rs 150. Sampai saya pulang ke Jakarta, kartu itu belum aktif.

*Tempera adalah cat dari pewarna dan bahan perekat, misalnya kuning telur atau madu. Konon dapat bertahan sampai ribuan tahun.
**Menurut Swenska, tarif sewa mobil sekitar Rs 5500/hari termasuk bensin & sopir, tapi di airport jarang yang mau dibawah Rs 7000.

Dimuat di National Geographic Traveler Indonesia, Juli 2012

Alamat Penginapan

Guest House Sandaras, 189 Kandy Road, Dambulla.
Tel : +94-727086000
Kamar AC, air panas, kamar mandi dalam
Rs 3.500-2.500/malam
Contact  : Swenska swenska.m@gmail.com

The Oasis Tourist Welfare Center
(seberang kuil Dambulla, hanya 5 kamar).
Tel : +94-66-2284388, +94-723455404
Kamar AC Rs 1200, Non AC Rs 600-800
Contact : Mama Badras / Robert robertdambulla@gmail.com

The Lake Round, 8/5 Sangaraja Mawatha (on Hillwood Road) Tel : +94-812222689
Non AC (Kandy di dataran tinggi), air panas
Rs 1.200.
Contact Person : Beatrice. Suaminya Reginald, suka merestorasi mobil tua.

[slideshow_deploy id=’1802′]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s