Buku Kenangan

buku-kenangan
Buku kenangan tahun 1950an

Buku kenangan, tradisi lama yang terdesak oleh dunia digital

Jaman saya SMP dulu banyak teman, biasanya perempuan, yang punya buku seperti ini. Bersampul tebal mengkilat, bisa dibeli di toko buku terdekat. SMP saya waktu itu baru 2 atau 3 tahun menerima murid laki-laki. Dari 4 kelas, baru 2 kelas yang muridnya campur. Jadi banyak sekali buku semacam ini yang beredar. Isinya kurang lebih sama semua, “Jangan lupakan diriku” atau semacamnya. Supaya lebih keren pakai bahasa Inggris, hurufnya diukir-ukir.

Ternyata ibu saya juga punya buku seperti itu. Sampulnya dari kain, ada sulaman inisialnya, bukunya juga sepertinya bikinan sendiri. Isinya hampir semua pakai bahasa Belanda. Tulisannya rapi semua, pakai huruf tulis yang miringnya seragam, tapi anehnya kok tidak bisa saya baca.

Membaca buku ini membuat saya tersadar akan 2 hal. Pertama tulisan tangan saya jelek, yang kedua adalah ternyata saya tidak bisa berbahasa Belanda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s