Cerita Parakan : Bah Kebek

koki restoran bah kebek parakan
Hok Jap Tjiauw, koki generasi ke tiga di rumah makan Bah Kebek, Parakan, Temanggung, Jawa Tengah

Tidak ada yang tahu nama aslinya. Mereka ingat ia mulai berjualan makanan digerobak, hingga akhirnya ia bisa membuka rumah makan kecil ini. Pembelinya antri sampai ke ujung jalan, mungkin juga karena tidak ada saingan. Karena tempatnya selalu kebek (bhs Jawa : penuh), ia mendapat nama bah Kebek.

Meskipun sangat terkenal, setidaknya di Parakan, tidak gampang mencari restoran ini. Tempatnya tertutup tembok tinggi dan tidak pasang merek. Kalau tidak diantar orang Parakan tidak akan ketemu.

Rumah makan bah Kebek sekarang dikelola Hok Jap Tjiauw, cucu bah Kebek. Jap Tjiauw masih setia dengan resep warisan bah Kebek. Menunya juga masih sama. Nasi, bakmi, bihun, cap jay, pangsit – dalam dua pilihan : goreng atau godog.

Kecap dan mie dibuat sendiri oleh Jap Tjiauw, juga denga resep bah Kebek. Mie dibuat setiap hari, memakai gilingan kayu dan pisau. Mie bikinannya tebal, konon mie Hokian yang asli ya memang seperti itu. Dan karena dibuat dengan tangan, “Kalau beli sekarang sama besok ya lain mienya” katanya.

Anak Jap Tjiauw sekarang tinggal di Jakarta, juga membuat mie, tapi sudah memakai mesin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s