Cerita Dari Pringgondani

foto di warung tawangmangu

Pelajaran bisa didapatkan ditempat dan saat yang tidak terduga, bahkan di atas gunung sekalipun.

Namanya pak Dasri, panggilannya Sampit, karena pernah tinggal di Sampit, Kalimantan dan selamat dari kerusuhan rasial di sana. Kami bertemu beliau saat sarapan di sebuah warung indomie di Tawangmangu. Beliau bercerita tentang petilasan bernama Menggung dan pertapaan bernama Pringgondani.

Menurut Pak Dasri, Menggung awalnya adalah tempat tinggal kyai Menggung, sedang Pringgondani adalah tempat Gatotkaca bertapa. Masih menurut beliau, Pringgondani adalah tempat yang wingit.

Berbekal informasi ini saya dan teman saya sepakat untuk melihat kedua tempat ini. Akses ke Menggung bisa pakai sepeda motor. Pringgondani ini yang agak repot, karena harus jalan kaki melewati jalanan setapak. Tapi kami tidak perlu khawatir karena, menurut pak Dasri  :

“Tempatnya ndak jauh kok, jalan kaki ndak sampai satu jam”,.

Akhirnya kami menyewa 2 ojek. Kami ke Menggung dulu. Ojek dapat mengantar sampai ke depan loket masuk yang kosong. Banyak pohon-pohon besar, dan sesajen. Tidak lama di Menggung, kami berangkat ke Pringgondani.

Singkat cerita perjalanan yang “ndak sampai satu jam” ini berhasil kami tempuh dalam 2 jam lebih. Sangat melelahkan. Baju kami basah oleh keringat. Untungnya ada warung kecil di atas, jadi kami bisa duduk beristirahat.

Baru beberapa menit beristirahat, terdenganr kicauan ceria rombongan orang-orang tua. Ternyata mereka dari Surabaya. Seorang bhante muda – umurnya sekitar 30 tahunan – ikut di rombongan. Wajah mereka segar. Dan, ini yang membuat saya kaget, tidak ada yang berkeringat. Mereka masuk ke dalam warung,  dan kebetulan  bhante itu duduk di sebelah saya.

Penasaran, saya bertanya mengapa mereka begitu kuat mendaki, mengalahkan saya yang lebih muda. Jawaban bhante itu masih saya ingat sampai sekarang : “Ya itu bedanya orang yang ingin cepat sampai, dengan orang yang menikmati perjalanan” .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s