Bagaimana Saya Sampai ke Pringgondani

foto di warung tawangmangu

Namanya pak Dasri, tapi dipanggil Sampit karena pernah tinggal di Sampit, Kalimantan dan selamat dari kerusuhan rasial di sana. Kebetulan bertemu beliau pada satu pagi di sebuah warung indomie di Tawangmangu. Beliau bercerita tentang petilasan bernama Menggung dan pertapaan bernama Pringgondani.

Menggung itu tempatnya kyai Menggung, seorang sakti di jaman lalu; sedang Pringgondani itu tempatnya Gatotkaca. Pokoknya Pringgondani itu tempatnya keramat sekali, itu kata pak Dasri.

Akses ke Menggung mudah, bisa pakai sepeda motor. Nah Pringgondani ini yang agak repot, karena harus jalan kaki melewati jalanan setapak. Tapi kami tidak perlu khawatir karena, menurut pak Dasri  :

“Tempatnya ndak jauh kok, jalan kaki ndak sampai satu jam”,.

Akhirnya kami menyewa 2 ojek. Pertama mampir ke Menggung. Ojek bisa mengantar sampai ke depan loket masuk yang kosong melompong. Di tempat ini banyak pohon-pohon besar, sedikit pengunjung tapi penuh sesajen. Dari sana kami diantar ojek ke Pringgondani.

Singkat cerita perjalanan yang “ndak sampai satu jam” ini berhasil kami tempuh dalam 2 jam lebih. Tidak sampai 5 menit kemudian datang serombongan oom2 dan tante2 berumur paling sedikit 20 tahun di atas saya, dipimpin seorang bhante muda. Yang mengharukan adalah, mereka masih ceria dan tidak yang keringatan seperti kami.

Saya bertanya pada bhante itu kok bisa orang tua-tua itu begitu kuat mendaki.  Jawabnya :

“Orang yang ingin cepat sampai memang beda dengan yang menikmati perjalanan” .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s