Pasar Bunga di Denpasar

Memasuki Bali, yang pertama kita lihat adalah bunga. Disana canang (persembahan bunga) bagian dari ritual keagamaan mereka. Penjual bunga menjamur. Dari pasar bunga hingga penjual bunga eceran, buka dari pagi buta hingga larut malam.

Baduy Dalam di Cibeo

baduy-lebak
Anak ini namanya Sarim, umur 6 tahun. Dipinggang kirinya ada pisau tajam. Dia sanggup jalan kaki 4 jam, melewati bukit, untuk mengantar saya pulang, dan kembali lagi ke Cibeo. Anak kecil biasanya harus dijauhkan dari benda tajam. Bagaimana kalau dia bertengkar dengan temannya ? Jawab Idong, ayahnya Sarim,
“Dari dulu belum pernah ada yang berkelahi pakai pisau”
“Kan sudah dikasih tahu pisau itu gunanya buat motong kayu, kupas buah”

Lanjutkan membaca “Baduy Dalam di Cibeo”

Jalan jalan ke Laos : Sore di sungai Mekong, Vientiane

gadis vientiane di sisi sungai mekong
Satu hal tentang Laos  Panas !!! Bahkan di ibukota Vientiane, kota akan sepi sekitar tengah hari.  Satu hal lagi adalah banyaknya anjing (dan juga kucing). Anjing2 disana sepertinya bukan anjing liar, mereka terlihat cukup makan, terawat dan sikapnya bersahabat. Cukup buat saya untuk menyukai penduduk negara ini. Penyayang binatang biasanya penyayang manusia juga. Setuju ?

Jalan jalan ke Laos : Vientiane, Phonsavan dan Luang Prabang

pemuda di lorong luang prabang laos
“Hi, I’m mister Villasith. I’m a motorcycle mechanic, try some lao-lao”. Villasith didepan rumah keluarganya, dengan botol plastik berisi lao-lao, ditambah cemilan kedele dan kacang teri goreng. Meski sudah menjadi kota tujuan wisata yang ramai, Luang Prabang tetap sebuah kota kecil. Dibalik deretan hotel dan pertokoan banyak gang kecil yang jarang dilewati turis. Disini penduduk lokal tinggal. Sore hari mereka akan yang duduk2 diluar rumah. Suasana kota kecil masih terasa sekali. Sambil duduk2 kaum prianya biasanya minum lao-lao, whisky lokal yang keras sekali, entah berapa persen kandungan alkoholnya. 2 sloki sudah bikin jalan agak goyang.

Visa

Tidak perlu visa untuk WNI.  Yang harus diketahui : semua penerbangan, termasuk penerbangan domestik, HARUS melalui imigrasi saat berangkat dan mendarat ! Di bandara Phonsavan, kantor imigrasinya disamping pintu keluar, jadi gampang terlewat. Kami sudah sampai dilapangan parkir, sebelum diberitahu sopir taxi kalau harus ke imigrasi dulu.

Lanjutkan membaca “Jalan jalan ke Laos : Vientiane, Phonsavan dan Luang Prabang”

Pasti Ada Jalan – Kisah Seorang Pertapa di Rembang

Cerita seorang pertapa di Rembang, Jawa Tengah. Seorang nenek, bertapa dirumah tua besar warisan leluhurnya. Sering dimintai tolong menyembuhkan penyakit, dan selalu menolak imbalan apapun .  Ia yakin jika berbuat baik, untuk hidup : “Pasti ada jalan”

rumah low di gambiran rembang
Rumah keluarga Lie di Rembang

Rumah di ujung jalan Erlangga, Rembang itu dikenal sebagai “omah lowo” (rumah kelelawar), karena banyak kelelawar yang bersarang disitu. Dihuni turun temurun oleh keluarga Lie sejak dua ratusan tahun yang lalu.

Di paviliun sampingnya tinggal seorang pertapa, emak Khing. Nama lengkapnya Lie Khing Nio. Ia menolak memberitahu umurnya. Seorang penganut aliran Theravada, ia menyebut dirinya “pertapa omahan”, orang yang bertapa dirumah.

Lanjutkan membaca “Pasti Ada Jalan – Kisah Seorang Pertapa di Rembang”

Kopi Aroma, Kopi Enak Dari Bandung

kopi aroma bandung

Aroma adalah sebuah toko kopi tua legendaris di Bandung. Saat ini mungkin toko kopi Aroma satu2nya yang masih melakukan  “aging“, kopi mentah disimpan dulu sebelum dipanggang. Proses ini akan menurunkan keasaman, dan memberikan rasa yang khas. Di kopi Aroma, kopi Arabika akan disimpan selama 8 tahun, sedangkan Robusta disimpan selama 5 tahun,  Menurut Widya Pratama, pemilik generasi 2, metode ini dulu juga dipakai oleh toko kopi Tek Soon Hoo di Jakarta.  Karena proses ini sangat tidak ekonomis dan memakan waktu lama, mungkin sekarang hanya Aroma yang masih memproduksinya. Lanjutkan membaca “Kopi Aroma, Kopi Enak Dari Bandung”

Kue Sarang Madu

Kue Sarang Madu, kue tradisional dari Welahan, desa dekat Jepara, Jawa Tengah.

kue sarang madu
Kue Sarang Madu

Kue tradisional ini dibuat  dari tepung beras dan santan, dibentuk seperti sarang burung lalu digoreng. Lalu bagian dalamnya diberi lelehan gula, sehingga seperti madu didalam sarang burung. Karena itu kue ini disebut sarang madu.

Hanya dibuat oleh pengusaha peranakan Cina di Welahan, sebuah desa dekat Jepara, Jawa Tengah.  Konon nama Welahan berasal dari belahan kapal Sam Poo Kong yang pecah dan jatuh didesa itu. Disitu juga ada klenteng tua. Konon dimasa mudanya RA Kartini pernah sakit parah, dan baru sembuh setelah berobat kesana.

Cerita Dibalik Nama

Tren nama dikalangan Peranakan Cina, terutama di Jawa. Perubahan fungsi nama dari jaman ke jaman.

Saat ke Bali akhir Desember tahun lalu, pesawat berangkat dari Jakarta jam 4:30 pagi. Saya sampai dibandara Ngurah Rai dalam keadaan setengah tidur. Langsung mencari kopi, untungnya Starbuck di bandara sudah buka. Dimeja sebelah keluarga keturunan Cina, wanita setengah baya, seorang pria dan 3 wanita awal 30an. Mereka berbicara seru dalam logat Jawa Timur yang kental.

Lanjutkan membaca “Cerita Dibalik Nama”