Jalan jalan ke Laos : Vientiane, Phonsavan dan Luang Prabang

pemuda di lorong luang prabang laos
“Hi, I’m mister Villasith. I’m a motorcycle mechanic, try some lao-lao”. Villasith didepan rumah keluarganya, dengan botol plastik berisi lao-lao, ditambah cemilan kedele dan kacang teri goreng. Meski sudah menjadi kota tujuan wisata yang ramai, Luang Prabang tetap sebuah kota kecil. Dibalik deretan hotel dan pertokoan banyak gang kecil yang jarang dilewati turis. Disini penduduk lokal tinggal. Sore hari mereka akan yang duduk2 diluar rumah. Suasana kota kecil masih terasa sekali. Sambil duduk2 kaum prianya biasanya minum lao-lao, whisky lokal yang keras sekali, entah berapa persen kandungan alkoholnya. 2 sloki sudah bikin jalan agak goyang.

Visa

Tidak perlu visa untuk WNI.  Yang harus diketahui : semua penerbangan, termasuk penerbangan domestik, HARUS melalui imigrasi saat berangkat dan mendarat ! Di bandara Phonsavan, kantor imigrasinya disamping pintu keluar, jadi gampang terlewat. Kami sudah sampai dilapangan parkir, sebelum diberitahu sopir taxi kalau harus ke imigrasi dulu.

Lanjutkan membaca “Jalan jalan ke Laos : Vientiane, Phonsavan dan Luang Prabang”

Pasti Ada Jalan – Kisah Seorang Pertapa di Rembang

Cerita seorang pertapa di Rembang, Jawa Tengah. Seorang nenek, bertapa dirumah tua besar warisan leluhurnya. Sering dimintai tolong menyembuhkan penyakit, dan selalu menolak imbalan apapun .  Ia yakin jika berbuat baik, untuk hidup : “Pasti ada jalan”

rumah low di gambiran rembang
Rumah keluarga Lie di Rembang

Rumah di ujung jalan Erlangga, Rembang itu dikenal sebagai “omah lowo” (rumah kelelawar), karena banyak kelelawar yang bersarang disitu. Dihuni turun temurun oleh keluarga Lie sejak dua ratusan tahun yang lalu.

Di paviliun sampingnya tinggal seorang pertapa, emak Khing. Nama lengkapnya Lie Khing Nio. Ia menolak memberitahu umurnya. Seorang penganut aliran Theravada, ia menyebut dirinya “pertapa omahan”, orang yang bertapa dirumah.

Lanjutkan membaca “Pasti Ada Jalan – Kisah Seorang Pertapa di Rembang”

Menilik Sri Lanka – negerinya Rahwana – bag 2

Backpacking ke Sri Lanka, salah satu negeri pusat agama Buddha. Tempat menginap, transportasi, makan dan harga tiket masuk.

Danau Kandy srilanka
Danau Kandy dengan Sri Dalada Maligawa di latar belakang

Akhirnya kami sampai di Dambulla jam 4 pagi. Swenska, pemilik guest house Sundaras, ceria menyambut walaupun kelihatan masih mengantuk. Kamarnya ber AC dan bersih. Sedang pengemudi mendapat kamar khusus sopir yang gratis. Disini hotel dan restoran tidak memungut bayaran untuk sopir.

Lanjutkan membaca “Menilik Sri Lanka – negerinya Rahwana – bag 2”

Menilik Sri Lanka – negerinya Rahwana – bag 1

Backpacking ke Sri Lanka, d/h Alengka. Negaranya Rahwana. Pulau kecil dengan 7 situs UNESCO World Heritage. Banyak keketerkaitan dengan Nusantara dimasa lampau.Ada kuil buat gigi Buddha Gautama

kuil buddha dambulla srilanka
Kuil Buddha tua dalam gua Dambulla, Srilanka

Bis Dambulla – Kandy penuh sesak, saya harus berdiri di pintu belakang. Kondektur memindah ransel saya kebawah kursi, tidak boleh ditengah jalan. Karena pak sopir malas menginjak rem, ransel bergeser ke antara bangku bis. Saat seorang nenek turun, ransel terinjak. Seorang anak muda yang melihat, ia mengambil ransel dan memangkunya. Kebaikan dari orang tak dikenal selalu menyentuh hati saya.

Lanjutkan membaca “Menilik Sri Lanka – negerinya Rahwana – bag 1”

Gua Dambulla Sri Lanka

Foto dari Dambulla, kuil Buddha di dalam gua. Salah satu World Heritage UNESCO. Umurnya sudah lebih dari 2000 tahun. Penuh lukisan tempera yang indah.

barisan buddha emas
Barisan Buddha keemasa dengan latar belakang mural tempera

Ini negaranya Rahwana, Wibisana dan Kumbakarna. Dulu namanya Alengka, sekarang Sri Lanka. Pertama saya  mampir dulu ke gua di Dambulla. Di sekitar situ ada 80 gua yang sudah ditemukan, saya hanya ke 5 gua yang dijadikan kuil Buddha. Sudah didiami dari abad 3 SM, lalu dijadikan kuil, dan selama 300 tahun terakhir lukisan di gua dirawat oleh keluarga yang sama.

Lanjutkan membaca “Gua Dambulla Sri Lanka”