Jalan Gajah Mada, Denpasar, Bali

 

Kopi Aroma, Kopi Enak Dari Bandung

kopi aroma bandung

Aroma adalah sebuah toko kopi tua legendaris di Bandung. Saat ini mungkin toko kopi Aroma satu2nya yang masih melakukan  “aging“, kopi mentah disimpan dulu sebelum dipanggang. Proses ini akan menurunkan keasaman, dan memberikan rasa yang khas. Di kopi Aroma, kopi Arabika akan disimpan selama 8 tahun, sedangkan Robusta disimpan selama 5 tahun,  Menurut Widya Pratama, pemilik generasi 2, metode ini dulu juga dipakai oleh toko kopi Tek Soon Hoo di Jakarta.  Karena proses ini sangat tidak ekonomis dan memakan waktu lama, mungkin sekarang hanya Aroma yang masih memproduksinya. Lanjutkan membaca “Kopi Aroma, Kopi Enak Dari Bandung”

Kopi Tjap Muntu (Ulek2)

Perusahaan kopi lama dari Kutoarjo yang masih bertahan. Nama Muntu mengingatkan pada salah satu tokoh di buku Bahasaku

kopi tua muntu

Saat saya di Sekolah Dasar tahun 70an, buku pelajaran bahasa Indonesia yang dipakai adalah “Bahasaku”. Buku karangan B.M. Nur dan W.J.S. Poerwadarminta ini sangat menarik buat saya, karena banyak ceritanya. Satu-satunya buku pelajaran yang saya baca tanpa perlu perintah dari guru.

Lanjutkan membaca “Kopi Tjap Muntu (Ulek2)”

Lasem, Banyak Kopi Enak Disitu

Kopi lelet, tradisi unik Lasem. Resep, cara pembuatan dan warung kopi lelet di Lasem, kota batik khas peranakan, kelenteng Cina tua, pesantren tua, rumah tua, pemberontak, penyelundup candu dan kyai karismatik. Semua ada disini.

Suasana warng kopi di Lasem

Jam 9 malam saya turun dari bis, jalanan masih ramai. Ojek langsung mengerubung. Waktu minta diantar ke hotel Wijaya ada yang senyum2, ada yang minta 5 ribu. Saya pilih yang minta 5 ribu. Naik ojek tidak sampai 5 detik langsung turun lagi, karena sudah sampai.

Lanjutkan membaca “Lasem, Banyak Kopi Enak Disitu”