Jalan jalan ke Laos : Sore di sungai Mekong, Vientiane

gadis vientiane di sisi sungai mekong
Satu hal tentang Laos  Panas !!! Bahkan di ibukota Vientiane, kota akan sepi sekitar tengah hari.  Satu hal lagi adalah banyaknya anjing (dan juga kucing). Anjing2 disana sepertinya bukan anjing liar, mereka terlihat cukup makan, terawat dan sikapnya bersahabat. Cukup buat saya untuk menyukai penduduk negara ini. Penyayang binatang biasanya penyayang manusia juga. Setuju ?

Jalan jalan ke Laos : Vientiane, Phonsavan dan Luang Prabang

pemuda di lorong luang prabang laos
“Hi, I’m mister Villasith. I’m a motorcycle mechanic, try some lao-lao”. Villasith didepan rumah keluarganya, dengan botol plastik berisi lao-lao, ditambah cemilan kedele dan kacang teri goreng. Meski sudah menjadi kota tujuan wisata yang ramai, Luang Prabang tetap sebuah kota kecil. Dibalik deretan hotel dan pertokoan banyak gang kecil yang jarang dilewati turis. Disini penduduk lokal tinggal. Sore hari mereka akan yang duduk2 diluar rumah. Suasana kota kecil masih terasa sekali. Sambil duduk2 kaum prianya biasanya minum lao-lao, whisky lokal yang keras sekali, entah berapa persen kandungan alkoholnya. 2 sloki sudah bikin jalan agak goyang.

Visa

Tidak perlu visa untuk WNI.  Yang harus diketahui : semua penerbangan, termasuk penerbangan domestik, HARUS melalui imigrasi saat berangkat dan mendarat ! Di bandara Phonsavan, kantor imigrasinya disamping pintu keluar, jadi gampang terlewat. Kami sudah sampai dilapangan parkir, sebelum diberitahu sopir taxi kalau harus ke imigrasi dulu.

Lanjutkan membaca “Jalan jalan ke Laos : Vientiane, Phonsavan dan Luang Prabang”