Jalan Gajah Mada, Denpasar, Bali

 

Pasti Ada Jalan – Kisah Seorang Pertapa di Rembang

Cerita seorang pertapa di Rembang, Jawa Tengah. Seorang nenek, bertapa dirumah tua besar warisan leluhurnya. Sering dimintai tolong menyembuhkan penyakit, dan selalu menolak imbalan apapun .  Ia yakin jika berbuat baik, untuk hidup : “Pasti ada jalan”

rumah low di gambiran rembang
Rumah keluarga Lie di Rembang

Rumah di ujung jalan Erlangga, Rembang itu dikenal sebagai “omah lowo” (rumah kelelawar), karena banyak kelelawar yang bersarang disitu. Dihuni turun temurun oleh keluarga Lie sejak dua ratusan tahun yang lalu.

Di paviliun sampingnya tinggal seorang pertapa, emak Khing. Nama lengkapnya Lie Khing Nio. Ia menolak memberitahu umurnya. Seorang penganut aliran Theravada, ia menyebut dirinya “pertapa omahan”, orang yang bertapa dirumah.

Lanjutkan membaca “Pasti Ada Jalan – Kisah Seorang Pertapa di Rembang”

Antara Semarang – Lasem

Mengungkap sedikit misteri dibalik tembok pagar gedung2 di Lasem. Foto tua dengan pesan dan nasehat. Lukisan kaca. Tempat dupa berukir nan cantik. Koleksi filateli yang mengagumkan.

Tempat perhentian yang menarik di jalur Pantura Semarang-Lasem adalah Pati, Juwana dan Rembang. Semarang adalah kota besar terakhir, sebelum Surabaya. Kami pagi-pagi sampai di  Semarang. Ada pilihan sarapan nasi ayam didepan sekolah Karangturi atau warung Koh Liem di depan SMA Loyola. Yang terakhir ini saya suka asem-asemnya.

Lanjutkan membaca “Antara Semarang – Lasem”

Rumah cantik di Lasem

Gedung bergaya Cina Peranakan (Babah Nyonya) dan Indisch di Lasem. Sebuah rumah kayu tua yang masih ditempati. Sebuah gedung Indisch yang sangat luas dan indah.

tandu di klenteng cu an kiong lasem
Tandu di Cu An Kiong, Lasem

Berharap, rumah2 tua  ini bertahan beberapa tahun lagi.

rumah-indisch-lasem

indisch-lasem

rumah-indisch-lasem

Kilin cina Lasem
Kilin penjaga altar

 

 

Pernah Ada Yang Bernama Han Disini

Tokoh sejarah Han Siong Kong, legenda Han Wie Sing dan kuburan di Lasem. Hubungan darah elite peranakan Cina dan priyayi Jawa Timur. Rumah abu Han dan kutukan keluarga Han. Riset Claudine Salmon tentang tokoh Lasem ini..

han lasem

Han Wie Sing akhirnya meninggal miskin. Hartanya habis dipakai judi kedua anaknya. Sebenarnya biar bekas penjudi, dia tidak suka kedua anaknya mengikuti jejaknya. Apa lagi mereka selalu kalah.

Lanjutkan membaca “Pernah Ada Yang Bernama Han Disini”

Rumah Untuk Sang Jendral

Sebuah papan dengan tulisan Cina misterius di sebuah gedung tua di Lasem. Dianggap bertuliskan biografi seorang jendral dari Tiongkok. Beberapa kejadian aneh yang berhubungan dengan papan itu Dan mengapa sampai sebuah rumah khusus disediakan untuk menyimpan papan itu.

rumah cina tua lasem

Lim Liok Nio akhirnya bisa membeli rumah sendiri.  Kecil dan agak berantakan karena ada beberapa barang pemilik lama. Entah kenapa si pemilik lama itu, sampai sinci** leluhurnya juga ditinggal. Konon leluhurnya itu seorang jendral di Tiongkok.

Satu malam terdengar suara tangisan. Liok Nio lama-lama jengkel juga. Tidak peduli sudah malam ia cari sumbernya. Ternyata berasal dari sinci itu. Sepertinya si jendral sedih ditingal keluarganya sendiri.

Lanjutkan membaca “Rumah Untuk Sang Jendral”

Lasem, Banyak Kopi Enak Disitu

Kopi lelet, tradisi unik Lasem. Resep, cara pembuatan dan warung kopi lelet di Lasem, kota batik khas peranakan, kelenteng Cina tua, pesantren tua, rumah tua, pemberontak, penyelundup candu dan kyai karismatik. Semua ada disini.

Suasana warng kopi di Lasem

Jam 9 malam saya turun dari bis, jalanan masih ramai. Ojek langsung mengerubung. Waktu minta diantar ke hotel Wijaya ada yang senyum2, ada yang minta 5 ribu. Saya pilih yang minta 5 ribu. Naik ojek tidak sampai 5 detik langsung turun lagi, karena sudah sampai.

Lanjutkan membaca “Lasem, Banyak Kopi Enak Disitu”

Dari Sebuah Masa (4) – Kecap Cina Benteng

Kecap SH (Siong Hin) Pasar Lama Tangerang, kecap peranakan Cina Benteng legendaris. Produknya kecap manis dan kecap asin. Kecap asin diproduksi sangat terbatas.

Kecap Cina Benteng Pasar Lama Tangerang
Kecap Sehat (d/h Siong Hin)

Tulisan & foto oleh :  Dharmawan

Meskipun semua mengklaim nomor satu, setiap konsumen akan memilih yang paling pas dengan seleranya. Kecap, konon dari kata ‘koechiap’, terkadang menunjukkan ‘kemenangan’ selera lokal. Setidaknya di Tangerang. Terutama pada warga Cina Benteng, kecap bermerek SH adalah pilihan utama.

Lanjutkan membaca “Dari Sebuah Masa (4) – Kecap Cina Benteng”

Dari Sebuah Masa (3) – Kecap Peranakan

Pabrik kecap Istana (kecap cap Burung) di Pasar Lama Tangerang, memproduksi kecap khas Cina Benteng lebih dari 100 tahun. Campuran rempah dan bahan membuat rasa kecap Benteng berbeda.

Pabrik Kecap Pasar Lama Tangerang
Teng Tek Yan. Pabrik Kecap Burung di Pasar Lama Tangerang, Indonesia

Tulisan & foto oleh : Dharmawan

Adalah Setyadi – Teng Tek Yan – yang berpembawaan ramah, berkantor di sini: bagian belakang dari sebuah rumah tua dengan ubin terakota 30x30cm, dengan sebagian atap transparan. Inilah generasi keempat Teng Hay Soey, dan kemudian diteruskan Teng Giok Seng, perintis “fabriek” Kecap Benteng pada 1882. Delapan puluh lusin saja sehari, dengan rasa khas “keluaran cina benteng” : bumbu kayu manis dan bunga lawang, yang membuatnya begitu sedap.

Lanjutkan membaca “Dari Sebuah Masa (3) – Kecap Peranakan”