Yang Penting Tidak Tenggelam – sungai Namo dan Lakan di Kutai Barat

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Semoga pohon di hutan tumbuh sebesar potongan kayu di sungai. Dan tidak ada orang yang ditolak cintanya, atau keseleo.

Pak Asril pemilik perahu satu-satunya di Batu Apoy, dusun di tepi sungai Namo. Termasuk wilayah desa Intu Linggau, kabupaten Kutai Barat. Ia tinggal di rumah kayu Ulin bersama anak-anaknya. Beberapa babi piaraan berkeliaran di halaman. Di dinding rumah ada foto sepasang pengantin  tanpa bingkai, kaligrafi Arab dan tengkorak kijang. Ada satu anak perempuannya yang Muslim. Lanjutkan membaca “Yang Penting Tidak Tenggelam – sungai Namo dan Lakan di Kutai Barat”

Menyusuri sungai Lamo dan Lakan di Kutai Barat

Mulai dari dusun Batu Apoy, desa Intu Linggau. Mulai dari sungai Namo naik ketingting pak Asril, tetua dusun. Beliau memiliki motto “yang penting tidak tenggelam !”, dan sering tertukar antra kanan dan kiri. Menyusuri sungai Namo sampai tempat sungai ini bertemu dengan sungai Lakan. Sungai ini akan menuju ke Muara Lawa sebelum mengalir ke sungai Mahakam.