Cerita Dibalik Nama

Tren nama dikalangan Peranakan Cina, terutama di Jawa. Perubahan fungsi nama dari jaman ke jaman.

Saat ke Bali akhir Desember tahun lalu, pesawat berangkat dari Jakarta jam 4:30 pagi. Saya sampai dibandara Ngurah Rai dalam keadaan setengah tidur. Langsung mencari kopi, untungnya Starbuck di bandara sudah buka. Dimeja sebelah keluarga keturunan Cina, wanita setengah baya, seorang pria dan 3 wanita awal 30an. Mereka berbicara seru dalam logat Jawa Timur yang kental.

Lanjutkan membaca “Cerita Dibalik Nama”

Khoe Fie Lian, Pedagang Karung Bekas

Kisah keluarga Khoe, bagian pasar Jatinegara lama yang tersisa. Dua saudara pedagang karung di rumah tua berarsitektur Cina. Apa yang terjadi ketika rumahnya roboh.

 Peranakan Cina Jatinegara

 

Pasar Jatinegara, salah satu pasar tua Jakarta. Sejarah Jatinegara cukup panjang, paling tidak sejak abad 17, saat seseorang bernama Meester Cornelis membuka daerah itu. Saat saya masih SMA tahun 1980an, kondektur bis jurusan Jatinegara masih berteriak “Mester, Mester”. Sejarah pedagang Cina di Jatinegara juga sama tuanya dengan pasar itu sendiri.

Lanjutkan membaca “Khoe Fie Lian, Pedagang Karung Bekas”

Rumah cantik di Lasem

Gedung bergaya Cina Peranakan (Babah Nyonya) dan Indisch di Lasem. Sebuah rumah kayu tua yang masih ditempati. Sebuah gedung Indisch yang sangat luas dan indah.

tandu di klenteng cu an kiong lasem
Tandu di Cu An Kiong, Lasem

Berharap, rumah2 tua  ini bertahan beberapa tahun lagi.

rumah-indisch-lasem

indisch-lasem

rumah-indisch-lasem

Kilin cina Lasem
Kilin penjaga altar

 

 

Pernah Ada Yang Bernama Han Disini

Tokoh sejarah Han Siong Kong, legenda Han Wie Sing dan kuburan di Lasem. Hubungan darah elite peranakan Cina dan priyayi Jawa Timur. Rumah abu Han dan kutukan keluarga Han. Riset Claudine Salmon tentang tokoh Lasem ini..

han lasem

Han Wie Sing akhirnya meninggal miskin. Hartanya habis dipakai judi kedua anaknya. Sebenarnya biar bekas penjudi, dia tidak suka kedua anaknya mengikuti jejaknya. Apa lagi mereka selalu kalah.

Lanjutkan membaca “Pernah Ada Yang Bernama Han Disini”

Rumah Untuk Sang Jendral

Sebuah papan dengan tulisan Cina misterius di sebuah gedung tua di Lasem. Dianggap bertuliskan biografi seorang jendral dari Tiongkok. Beberapa kejadian aneh yang berhubungan dengan papan itu Dan mengapa sampai sebuah rumah khusus disediakan untuk menyimpan papan itu.

rumah cina tua lasem

Lim Liok Nio akhirnya bisa membeli rumah sendiri.  Kecil dan agak berantakan karena ada beberapa barang pemilik lama. Entah kenapa si pemilik lama itu, sampai sinci** leluhurnya juga ditinggal. Konon leluhurnya itu seorang jendral di Tiongkok.

Satu malam terdengar suara tangisan. Liok Nio lama-lama jengkel juga. Tidak peduli sudah malam ia cari sumbernya. Ternyata berasal dari sinci itu. Sepertinya si jendral sedih ditingal keluarganya sendiri.

Lanjutkan membaca “Rumah Untuk Sang Jendral”

Dari Sebuah Masa (4) – Kecap Cina Benteng

Kecap SH (Siong Hin) Pasar Lama Tangerang, kecap peranakan Cina Benteng legendaris. Produknya kecap manis dan kecap asin. Kecap asin diproduksi sangat terbatas.

Kecap Cina Benteng Pasar Lama Tangerang
Kecap Sehat (d/h Siong Hin)

Tulisan & foto oleh :  Dharmawan

Meskipun semua mengklaim nomor satu, setiap konsumen akan memilih yang paling pas dengan seleranya. Kecap, konon dari kata ‘koechiap’, terkadang menunjukkan ‘kemenangan’ selera lokal. Setidaknya di Tangerang. Terutama pada warga Cina Benteng, kecap bermerek SH adalah pilihan utama.

Lanjutkan membaca “Dari Sebuah Masa (4) – Kecap Cina Benteng”

Dari Sebuah Masa (3) – Kecap Peranakan

Pabrik kecap Istana (kecap cap Burung) di Pasar Lama Tangerang, memproduksi kecap khas Cina Benteng lebih dari 100 tahun. Campuran rempah dan bahan membuat rasa kecap Benteng berbeda.

Pabrik Kecap Pasar Lama Tangerang
Teng Tek Yan. Pabrik Kecap Burung di Pasar Lama Tangerang, Indonesia

Tulisan & foto oleh : Dharmawan

Adalah Setyadi – Teng Tek Yan – yang berpembawaan ramah, berkantor di sini: bagian belakang dari sebuah rumah tua dengan ubin terakota 30x30cm, dengan sebagian atap transparan. Inilah generasi keempat Teng Hay Soey, dan kemudian diteruskan Teng Giok Seng, perintis “fabriek” Kecap Benteng pada 1882. Delapan puluh lusin saja sehari, dengan rasa khas “keluaran cina benteng” : bumbu kayu manis dan bunga lawang, yang membuatnya begitu sedap.

Lanjutkan membaca “Dari Sebuah Masa (3) – Kecap Peranakan”

Dari Sebuah Masa (2) – Kisah Rumah Kebaya

Riwayat sebuah rumah kebaya. Perubahan gaya hidup Cina Benteng. Pohon dan kebun yang hilang, tanah yang tergusur. Rumah kebaya yang semakin sedikit.

Pendopo Rumah Kebaya
Tjioe Siong Djin di pendopo rumah kebayanya

Tulisan oleh : Dharmawan

Keluarga Tjioe (baca Chou) Siong Djin punya kebun 17 hektar di Tangerang. Tapi itu dulu. Sekarang sudah habis terkena gusuran bandar udara.

Rumahnya masih di tempat yang sama di kelurahan Sukasari: ketika daya listrik waktu itu masih 100 watt saja, dengan 8 buah bohlam 10 watt di beberapa titik. Itulah penerang rumah “kebaya” khas “cina benteng Tangerang”, yang nyaris seluruhnya terbuat dari kayu. Bentuknya mirip rumah Betawi.

Lanjutkan membaca “Dari Sebuah Masa (2) – Kisah Rumah Kebaya”