Copenhagen, Kota Bajak Laut Yang Tenang

copenhagen-stroget-at-night
Suasana Stroget, daerah pertokoan Copenhagen, saat malam hari

Copenhagen, kota pesisir, ibu kota kerajaan Denmark. Kota yang berlangit abu-abu, jalan yang penuh sepeda dan pejalan kaki; berpakaian hitam berwajah dingin dan bertutur kata halus. Kota dimana Soren Kierkegaard dilahirkan, dan Hans Christian Andersen di makamkan.

Lanjutkan membaca “Copenhagen, Kota Bajak Laut Yang Tenang”

Yang Penting Tidak Tenggelam – sungai Namo dan Lakan di Kutai Barat

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Semoga pohon di hutan tumbuh sebesar potongan kayu di sungai. Dan tidak ada orang yang ditolak cintanya, atau keseleo.

Pak Asril pemilik perahu satu-satunya di Batu Apoy, dusun di tepi sungai Namo. Termasuk wilayah desa Intu Linggau, kabupaten Kutai Barat. Ia tinggal di rumah kayu Ulin bersama anak-anaknya. Beberapa babi piaraan berkeliaran di halaman. Di dinding rumah ada foto sepasang pengantin  tanpa bingkai, kaligrafi Arab dan tengkorak kijang. Ada satu anak perempuannya yang Muslim. Lanjutkan membaca “Yang Penting Tidak Tenggelam – sungai Namo dan Lakan di Kutai Barat”

Menyusuri sungai Lamo dan Lakan di Kutai Barat

Mulai dari dusun Batu Apoy, desa Intu Linggau. Mulai dari sungai Namo naik ketingting pak Asril, tetua dusun. Beliau memiliki motto “yang penting tidak tenggelam !”, dan sering tertukar antra kanan dan kiri. Menyusuri sungai Namo sampai tempat sungai ini bertemu dengan sungai Lakan. Sungai ini akan menuju ke Muara Lawa sebelum mengalir ke sungai Mahakam.

Cambridge, jembatan diatas sungai Cam

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Di sini yang lama dan yang baru hidup berdampingan. Kota sebesar Jogja ini penuh bangunan tua, ada yang dari zaman Airlangga masih menjabat. Seperti di film James Bond, di dalam bangunan-bangunan tua  itu para ilmuwan sibuk membuat peralatan canggih. Pinggiran kota tempat petani dan desa, ladang gandum, kebun dan peternakan. Penduduknya menanam gandum, beternak sapi, sebagian membuat “integrated ciruit” untuk supercomputer. Kota yang sangat kontras, modern sekaligus tua. 

Lanjutkan membaca “Cambridge, jembatan diatas sungai Cam”

Jalan Gajah Mada, Denpasar, Bali

 

Jalan jalan ke Laos : Sore di sungai Mekong, Vientiane

gadis vientiane di sisi sungai mekong
Satu hal tentang Laos  Panas !!! Bahkan di ibukota Vientiane, kota akan sepi sekitar tengah hari.  Satu hal lagi adalah banyaknya anjing (dan juga kucing). Anjing2 disana sepertinya bukan anjing liar, mereka terlihat cukup makan, terawat dan sikapnya bersahabat. Cukup buat saya untuk menyukai penduduk negara ini. Penyayang binatang biasanya penyayang manusia juga. Setuju ?

Jalan jalan ke Laos : Vientiane, Phonsavan dan Luang Prabang

pemuda di lorong luang prabang laos
“Hi, I’m mister Villasith. I’m a motorcycle mechanic, try some lao-lao”. Villasith didepan rumah keluarganya, dengan botol plastik berisi lao-lao, ditambah cemilan kedele dan kacang teri goreng. Meski sudah menjadi kota tujuan wisata yang ramai, Luang Prabang tetap sebuah kota kecil. Dibalik deretan hotel dan pertokoan banyak gang kecil yang jarang dilewati turis. Disini penduduk lokal tinggal. Sore hari mereka akan yang duduk2 diluar rumah. Suasana kota kecil masih terasa sekali. Sambil duduk2 kaum prianya biasanya minum lao-lao, whisky lokal yang keras sekali, entah berapa persen kandungan alkoholnya. 2 sloki sudah bikin jalan agak goyang.

Visa

Tidak perlu visa untuk WNI.  Yang harus diketahui : semua penerbangan, termasuk penerbangan domestik, HARUS melalui imigrasi saat berangkat dan mendarat ! Di bandara Phonsavan, kantor imigrasinya disamping pintu keluar, jadi gampang terlewat. Kami sudah sampai dilapangan parkir, sebelum diberitahu sopir taxi kalau harus ke imigrasi dulu.

Lanjutkan membaca “Jalan jalan ke Laos : Vientiane, Phonsavan dan Luang Prabang”

Menilik Sri Lanka – negerinya Rahwana – bag 2

Backpacking ke Sri Lanka, salah satu negeri pusat agama Buddha. Tempat menginap, transportasi, makan dan harga tiket masuk.

Danau Kandy srilanka
Danau Kandy dengan Sri Dalada Maligawa di latar belakang

Akhirnya kami sampai di Dambulla jam 4 pagi. Swenska, pemilik guest house Sundaras, ceria menyambut walaupun kelihatan masih mengantuk. Kamarnya ber AC dan bersih. Sedang pengemudi mendapat kamar khusus sopir yang gratis. Disini hotel dan restoran tidak memungut bayaran untuk sopir.

Lanjutkan membaca “Menilik Sri Lanka – negerinya Rahwana – bag 2”

Menilik Sri Lanka – negerinya Rahwana – bag 1

Backpacking ke Sri Lanka, d/h Alengka. Negaranya Rahwana. Pulau kecil dengan 7 situs UNESCO World Heritage. Banyak keketerkaitan dengan Nusantara dimasa lampau.Ada kuil buat gigi Buddha Gautama

kuil buddha dambulla srilanka
Kuil Buddha tua dalam gua Dambulla, Srilanka

Bis Dambulla – Kandy penuh sesak, saya harus berdiri di pintu belakang. Kondektur memindah ransel saya kebawah kursi, tidak boleh ditengah jalan. Karena pak sopir malas menginjak rem, ransel bergeser ke antara bangku bis. Saat seorang nenek turun, ransel terinjak. Seorang anak muda yang melihat, ia mengambil ransel dan memangkunya. Kebaikan dari orang tak dikenal selalu menyentuh hati saya.

Lanjutkan membaca “Menilik Sri Lanka – negerinya Rahwana – bag 1”